Nusa Penida statistics (1990)

Below article consists of selected parts and tables from 'Statiskik Potensi Desa Kecamatan Nusa Penida 1990 - Badan Statistik Kebupaten Klungkung', viewed at Indonesia's National Library (Perpustakaan Nasional R.I.) Jakarta, 2007. It deals with Nusa Penida's population, economy, education, religion, sports, the arts, health, water, infrastructure, communications etc. by the end of 1990. A summarised translation into English by Godi Dijkman is forthcoming.

statistik potensi jakarta 1990 coverSambutan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Klunkung

(p.i) Untuk menunjang kelancaran Pembangunan dewawa ini diperlukan tersedianya data yang akurat dan terinci mengenai sumber dan potensi Pembangunan Desa yang datanya dapat diperoleh dari hasil pelaksanaan Potensi Desa pada Sensus Penduduk 1990. Data Statistik Potensi Desa 1990 dimaksud disamping berguna sebagai alat ukur untuk mengevaluasi hasil-hasil Pembangunan yang telah dicapai, juga sangat dibutuhan dalam menyusun Perencanaan baik oleh Instansi Pemerintah, Swasat maupun masyarakat pada umunya. Kelanjutan dari penerbitan semacam ini agar terus diupayakan dengan membina kerjasama yang baik antar Dinas dan Instansi di Kabupaten Klungkung, sehingga mutu data dan kecepatan Penyajiannya dapat ditingkatkan. Klungkung, Karet 1992, Bupati Kepala Daearah Tingkat II Klungkung, [signed] dr. Tjokorde Gde Agung

Kata Pengantar

(p.ii) Merupakan rangkaian dari pelaksanaan Sensus Penduduk 1990 (SP'90) dilaksanakan pula pengisian daftar Potensi Desa yang sumber datanya diperoleh dari semua Kepala Desa/Lurah yang ada di Klungkung. Data yang dicakup dalam daftar Potensi Desa dimaksud, hampir seluruh Potensi yang dimiliki oleh setiap Desa/Kelaran. Menyadari akan pentingnya data Potensi Desa dimaksud untuk keperluan evaluasi hasil-hasil Pembanguan dan dalam menyusun Perencanaan Pembangunan di wilayah ini, maka kami mencoba merbitkannya dalam bentuk Publikasi yang merupakan hasil pengeolahan sementara. Publikasi Statistik Potensi Desa 1990 ini masih banyak terdapat hal-hal yang kiranya perluy disempurnakan lagi dimana yang akan datang. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak senantiasa kami harankan. Dan akhirnya kepada semua pihak yang telah membantu terwudjudnya buku ini, kami ucapkan terima kasih, semoga Publikasi ini ada manfaatnya. Klungkung, Maret 1992, Kantor Statistik Kebupaten Klungkung, Kepala, [signed] I Putu Mandiasa, SH,. NIP.340004998.

Tabel-tabel, keadaan sampai bulan Nopember 1990 (p.iii)

1. Status daerah, Klasifikasi dan Letak Geografis dirinci per Desa
2. Luas wilayah Desa/Kelurahan, Penduduk, Rumah Tangga dirinci per Desa/Keluruhan
3. Luas Desa/Kelurahan, Luas tanah kritis dan Luas penghijauan dirinci per Desa/Kelurahan
4. Luas tanah sawah menurut penggunaannya per Desa/Keluruhan
5. Luas tanah kering dirinci menurut penggunaannya per Desa/Kelurahan
6A. Banyaknya Desa/Kelurahan dirinci menurut jarak dari Kantor Desa/Kelurahan ke Kantor
6B. Banyaknya Desa/Kelurahan dirinci menurut jarak dari Kantor Desa/Kelurahan ke Kantor Kapubaten
7. Banyaknya Desa/Kelurahan memiliki sarana perangkat·perangkat pemerintahan dirinci menurut jenisnya
8. Banyaknya Desa/Kelurahan dirinci menurut Status Hukum Type LKMD, Pencatatan Penduduk dan banyaknya kelahiran, kematian setahun yang lalu
9. Banyaknya Desa/Kelurahan yang kegiatan sebagian besar kehipupan penduduk bergantung potensinya
10. Banyaknya Desa/Kelurahan yang mendapatkan bencana wabah penyakit dan pencemaran lingkungan
11. Banyaknya Desa/Kelurahan yang memiliki kakus /jamban umum dan penggunaan kakus/jambun
12. (p.iv) Banyaknya Desa/Kelurahan yang mempunyai jenis bahan galian
13. Banyaknya Desa/Kelurahan yang memiliki organisasi petani dan organisasi keadaan sosial
14. Banyaknya perusahan berbadan hukum dan banyaknya ternak dirinci per Desa/Kelurahan
15. Banyaknya rumah tangga/Usaha peternakan dah perikanan dirinci per Desa/Kelurahan
16. Banyaknya sarana prasarana pemasaran yang dimiliki Desa/Kelurahan
17. Banyaknya gedung sekolah negeri, swasata dirinci menurut tingkat pendidikannya
18. Banyaknya Desa/Kelurahan yang menggunakan fasilitas pendidikan lainnya, kursus keterampilan dan perpustakaan
19. Banyaknya tempat fasilitas peribadatan dirinci menurut jenisnya
20A. Banyaknya Desa/Kelurahan yang memiliki lapangan/fasilitas olah raga dirinci menurut jenisnya
20B. Banyaknya Desa/Kelurahan yang memiliki kelompok kegiatan olah raga dirinci menurut jenisnya
21. Banyaknya Desa/Kelurahan yang memiliki perkumpulan kesenian dan tempat rekreasi dan alat pesta dirinci menurut jenisnya
22. Banyaknya fasilitas kesehatan, tenaga medis, dukun bayi dan akseptor KB dirinci per Desa/Kelurahan
23A. Banyaknya Desa/Kelurahan dirinci menurut sumber air untuk minum/masak menurut jenisnya
23B. Banyaknya Desa/Kelurahan dirinci menurut sumber air untuk mandi/mencuci menurut jenisnya
24A. Banyaknya Desa/Kelurahan memiliki prasarana lalu lintas
24B. Banyaknya Desa/Kelurahan yang mempunyai alat angkutan umum dirinci menurut jenisnya
24C. (p.v) Banyaknya Desa/Kelurahan menurut alat angkutan utama yang digunakan dirinci menurut jenisnya
25. Banyaknya Desa/Kelurahan yang memiliki fasilitas komunikasi, rumah tangga pengusaha listrik, televisi dan
telpon
26. Banyaknya pabrik, lantai jemuran dan mesin pengering yang ada di Desa/Kelurahan
27. Banyaknya prasarana perkreditan dan fasilitas perkreditan yang dimiliki Desa/Kelurahan dirinci menurut jenisnya
28. Banyaknya Kepala Desa/Lurah dirinci menurut golongan umur
29. Banyaknya Kepala Desa/Lurah dirinci menurut jenis kelami dan tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan
30. Banyaknya Desa/Kelurahan dirinci menurut bahan bakar yang digunakan untuk memasak dan pembuangan sampah

Penjelasan Metodologi

(p.vi) Di dalam memperjelas pengertian data-data yang tercantum pada Buku/Publikasi Potensi Desa ini, berikut disampulkan beberapa keterangan yang berkaitan dengan pelaksanaan pengumpulan data Potensi Desa sebagai berikut:
1. Unit wilayah pengumpulan data SP-90 PODES adalah semua Desa/Kelurahan yang ada di Kapbupaten Klungkung.
2. Petugas yang melaksanakan pengumpulan data adalah Petugas Desa yang ditunjuk dan ditugaskan oleh Kepala Desa.
3. Pelaksanaan dilakukan selama satu bulan yaitu pada bulan Nopember 1990.
4. Konsep yang digunakan pada setiap pertanyaan dalam daftar pertanyaan SP-90 PODES adalah konsep baku yang diterapkan oleh Biro Pusat Statistik dalam setiap survey maupun sensus.
5. Daftar isian SP-90 PODES tidak mencerminkan data/keadaan setiap rumah tangga maupun penduduk, akan tetapi mencerminkan semua fasilitas yang ada di Desa/Kelurahan yang pada umunya atau sebagian besar dimiliki/dimanfaatkan oleh penduduk Desa/Kelurahan yang bersangkutan. Sebagai contoh: Apakah suatu Desa/Kelurahan sebagian besar penduduknya menggunakan air PAM, sumur dan sebagainya sehingga kemungkinan adanya kombinasi dari dua atau lebih sumber air tidak akan dapat terlihat.
6. Daftar SP-90 PODES juga menanyakan jumlah riil fasilitas yang dimiliki oleh suatu Desa, misalnya Rumah Sakit, Puskesmas, BKIA Posyandu, Bank, KUD dan lain sebagainya. Kemungkinan ada perbedaan jumlah data yang berasal dari publikasi lainnya, hal ini hanya semata-mata karena adanya perbedaan antara pengertian potensi iyu sendiri dengan kepentingan analisis tertentu. Sebagai contoh, di suatu Desa/Kelurahan ada sebuah KUD atau Bank dengan satu cabangnya di Desa lain, pengertian SP-90 PODES memungkinkan adanya dua KUD atau Bank karena tinjauan Potensi Desa akan tetapi untuk analisa tertentu kemungkinan cabang tersebut dianggap sudah diwakili oleh induknya sehingga pengertiannya hanya satu KUD atau Bank saja.
7. Semua data yang disajikan dalam publikasi bersumber dari daftar isian SP-90 PODES yang bersumber dari Kepala Desa dan Instansi terkait.

Ulasan singkat

(p.vii) Pengumpulan data Potensi Desa Tahun 1990 telah dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Sensus Penduduk 1990. Dari hasil pengolahan data Potensi Desa 1990 menujukkan bahwa Kecamatan Nusa Penida yang memiliki luas wilayah 202,84 Km2, dengan 13 Desa yang terdiri dari 11 Desa pedesaan dan 2 Desa kota, yang kesemuanya sudah tergolong klasifikasi desa swasembada. Bila dilihat dari letak geografisnya, 8 Desa memiliki pantai dan sebanyak 5 Desa tidak memiliki pantai. Rata-rata ketinggian desa dari permukaan air laut adalah kurang dari 500m (tabel 1).

Jarak dari Kantor Desa ke Kantor Kecamatan/Kebupaten untuk semua desa di Kecamatan Nusa Penida berjarak lebih dari 30m (tabel 6A&6B). Mengenai sarana dan perangkat pemerintahan desa (tabel 7&8) tercatat semua desa di Kecamatan Nusa Penida telah memiliki Kantor Desa beserta Sekretaris Desa dan dibantu oleh 12 Kaur Pemerintahan, 9 Kaur Umum, 2 Kaur Pembangunan, 1 Kaur Keuangan serta masing-masing desa telah dilengkapi dengan IMD dan LKMD, dimana terdapat 1 LKMD type persiapan, 3 LKMD type pembentukan, 5 LKMD yang tergolong mampu menyusun dan melakukan program kerja dan 4 LKMD yang tergolong mampu menyusun perencanaan pembangunan Desa.

Luas tanah

Sumber penghasilan utama penduduk Kecamatan Nusa Penida (tabel 9) pada umumnya masih tergantung pada usaha budidaya lahan kering. Luas tanah desa di Kecamatan Nusa Penida adalah 20.283,23 Ha. Dari luas tanah tersebut merupakan tanah kering (tabel 4&5). Luas tanah kering terbesar terletak di Desa Ped yang merupakan tanah tegalan/Ladang.

Penduduk Kecamatan Nusa Penida (tabel 2) jumlahnya 45.559 jiwa dan banyak rumah tangganya 10.512 RT, yang terdiri dari 9.389 RT pertanian, 125 RT industri/kerajinan, 472 RT perdagangan/jasa dan sisanya sebanyak 526 RT lainnya. Penduduk berumur 7-15 tahun adalah 9.496 orang, dengan 5.894 orang masih bersekolah. Sebagian besar penduduk Kecamatan Nusa Penida memasak dengan kayu bakar, membuang sampah di tempat seperti pada tabel 30, baru 2 Desa penduduknya memiliki jamban/kakus sendiri dan di 4 Desa telah pula disediakan jamban/kakus inpres dan di 8 Desa mempunyai jamban/kakus atas swadaya masyarakat (tabel 11). Kecamatan Nusa Penida juga memiliki potensi lapangan usaha penggalian yang terdapat di Desa Klumpu, Kutampi, Sekartaji, Lembongan dan Desa Batununggul (tabel 12).

Di bidang pertanian telah pula mengalami kemajuan, dimana hasil dari SP-90 PODES yang disajikan dalam tabel 13 menunjukkan 4 Desa mempunyai Kelompok Taruna Tani, Kelompok Tani Insus dan Kelompok Wanita Tani masing-masing dimiliki oleh 3 Desa dan 4 Desa serta terdapat 6 Desa yang telah memiliki Kontak Tani. Kegiatan pada sub sektor peternakan terdapat 6.919 RT memelihara sapi, 51 RT memelihara kambing, 4.734 RT memlihara ayam/buras serta yang paling besar adalah RT yang beternak babi yaitu 4.903 RT(tabel 15).

Pendidikan

Di bidang sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, maka anak usia sekolah di Kecamatan ini sudah bisa ditampung/memperoleh tempat pendidikan, dimana (tabel 17) di setiap desa telah tersedia SD kecuali di Desa Toyepakeh serta di Kecamatan ini telah pula dilengkapi dengan sekolah lanjutan yang terdiri dari SMTP sebanyak 6 buah dan 2 SMTA. Untuk menunjang pendidikan formal diatas dan meningkatkan keterampilan masyarakat telah pula diadakan kursus-kursus, misalnya dari Depsos, dan instansi lainnya (tabel 18).

Agama

(p.viii) Pembangunan di bidang agama untuk menciptakan masyarakat yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa dan kesejahteraan lahir bathin, telah pula di bidang [pun?] tempat peribadatan, seperti hasil SP-90 PODES (tabel 19) menunjukkan pada Kecamatan Nusa Penida ada sebuah Mesjid dan 128 Pura.

Olah raga

Sedankgkan dalam hal pembinaan generasi muda di bidang olah raga dengan sasaran membangun sarana olah raga maupun mengaktifkan kembali kegiatan olah raga. Hasil nyata pembangunan di bidang ini tercatat 3 buah lapangan sepak bola dengan 3 kelompok, 13 lapangan bola voly dengan 13 kelompok, 10 tenis meja dengan 10 kelompok, 1 lapangan basket, 4 lapangan bulu tangkis serta 4 kelompok kegiatan olah raga lainnya (tabel 20A&20B).

Kesenian

Untuk menggali kembali kesenian, khususnya kesenian asli daerah telah pula diaktifkan kembali kelompok kesenian, seperti yang diyunjukkan pada tabel 21 dimana terdapat perkumpulan kesenian sebagai berikut: 10 perkumpulan sandiwara, 12 perkumpulan tari-tarian, 6 kelompok musik, sebuah gedung bioskop dan dikembangkan dua buah lokasi rekreasi.

Kesehatan

Untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, yang meliputi kesehatan jasmani, rohani dan kesehatan lingkungan diperlukan prasarana dan sarana kesehatan serta tenaga kesehatan. Dalam usaha peningkatan pelayana kesehatan masyarakat dan pelayanan Keluarga Berencana melalui sarana kesehatan, tercatat dalam SP-90 PODES bahwa penduduk Kecamatan Nusa Penida dilayani oleh 2 rumah sakit bersalin/BKIA, 10 poliklinik, 5 puskesmas/puskesmas pembantu, 56 posyandu, 28 pos KB dengan akseptor KB sebesar 4.034 orang, dan ditunjang tenaga kesehatan dengan 2 Dokter, 22 Paramedis dan Pelayanan dari Dokter Praktek Swasta sebanyak 2 orang dokter (tabel 22).

Air

Kemudian pada tabel 23A&23B disajikan data penggunaan air untuk keperluan minum/masak, dimana rata-rata penduduk mengkonsumsi air hujan dan beberapa yang mengusahakan air sumur serta keperluan untuk mandi/cuci kebiasaan penduduk juga memanfaatkan air hujan.

Infrastruktur, komunikasi dll.

Pembangunan jalan-jalan untuk menunjang perekonomian harus pula memperhatikan kondisi jalan. Tercatat jalan utama 7 Desa di Kecamatan Nusa Penida telah diaspal, 4 Desa kondisi jalan diperkeras/tanah serta untuk Desa Lembongan dan Jungutbatu jalan utama penduduk adalah melalui lalu lintas air (tabel 24A). Sarana komunikasi juga perlu diperhatikan untuk pelayanan arus informasi, dan telah pula tersedia 1 sambungan telepon umum serta seluruh desa sudah dilengkapi dengan televisi umum kecuali desa Lembongan dan 6 desa memperoleh listrik PLN, 5 menggunakan listrik Non PLN dan 4 Desa belum terjangkau penerangan listrik (tabel 25). Prasarana pasar juga mendapat perhatian untuk kelancaran arus barang. Propil SP-90 PODES menunjukkan telah disediakan sebuah pasar hewan, sebuah TPI, 2 pasar dengan bangunan permanen/tanpa bangunan permanen dan 107 prasarana pemasaran sarana produksi dan hasil pertanian maupun barang konsumsi baik itu milik KUD maupun Non KUD (tabel 16). Dari segi pemodalan, masyarakat sudah bisa memanfaatkan sarana lembaga keuangan dengan berbagai fasilitas perkreditan (Bimas, KCK, KIK, KMKP) dan telah berdiri 4 Bank, sebuah KUD, sebuah Koperasi lainnya dan 11 buah lembaga keuangan lainnya (tabel 27). Demi kelancaran pemerintahan desa diperlukan pemimpin untuk menggerakkan masyarakat dalam bidang pembangunan. Tercatat di Kecamatan Nusa Penida, semua Kepala Desa adalah laki-laki dengan rata-rata berpendidikan SD dan beberapa yang tamat SMTP dan SMTA serta rata-rata umurnya antara 35-39 tahun. (-kam-)

Penjelasan umum

(p.ix) Dibawah ini adalah penjelasan mengenai tanda-tanda yang dipakai dalam tabel-tabel: 1. Tanda yang menunjukkan angka desimal = *; 2. Tanda data belum tersedia = ***; 3. Tanda data tidak tersedia atau dapat diabaikan = -; 4. Tanda yang menunjukkan angka ribuan ** Hentakan.

Tabel 2 (p.2): Luas Wilayah Desa/Kelurahan, Penduduk, Rumah Tangga, dirinci per Desa/Kelurahan keadaan sampai bulan Nopember 1990; Kecamatan: Nusa Penida

Desa/Kelurahann Luas Wilayah Penduduk Penduduk berumur 7-15 tahun    
      Masih sekolah Tidak sekolah Jumlah
1 2 3 4 5 6
1. Sakti 32.89 5,927 885 415 1,302
2. Batumadeg 13.56 2,208 449 46 495
3. Klumpu 13.58 3,418 461 272 733
4. Batukandik 21.66 3,982 324 577 901
5. Sekartaji 15.39 1,678 73 258 331
6. Tanglad 15.24 2,460 301 191 492
7. Suana 21.26 6,102 829 230 1,059
8. Batununggul 13.45 4,175 601 303 904
9. Kutampi 23.89 4,970 909 94 1,003
10. Ped 21.15 3,880 378 457 835
11. Kamung Toyepakeh 0.65 389 76 14 90

12. Lembongan

6.15 3,548 425 324 749
13. Jungutbatu 3.97 2,822 183 419 602
Jumlah 202.84 45,559 5,894 3,602 9,496

Tabel 10 (p.13): Banyaknya Desa/Kelurahan yang mendapatkan bencana wabah penyakit dan pencemaran lingkungan keadaan sampai bulan Nopember 1990; Kecamatan: Nusa Penida

Desa/Kelurahan Mengalami bancana 3 tahun yang lalyu         Mengalami wabah penyakit 1 tahun yang lalu     Pencemaran lingkungan
  Kekeringan Banjir Gempa bumi Gunung meletus  Lainnya Muntaber Demam berdarah Lainnya  
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1. Sakti 3 - 1 - - 1 - 1 -
2. Batumadeg 3 - 1 - - 1 - - -
3. Klumpu 3 - 1 - 1 2 1 - -
4. Batukandik 3 - 1 - - - - - -
5. Sekartaji 3 - 1 - - - - 5 -
6. Tanglad 3 - 1 - - 1 - - -
7. Suana 3 - 1 - - - - - -
8. Batununggul 3 - 1 - - 1 - - -
9. Kutampi 3 - 1 - - 1 - - -
10. Ped 3 - 1 - - 1 - - -
11. Kampung Toyepakeh 3 - 1 - - - - - -
12. Lembongan 3 - 1 - - - - - -
13. Jungutbatu 3 - 1 - - - - - -
Jumlah 3 - 1 - 1 2 1 5 -

Tabel 15 (p.18): Banyaknya Rumah Tangga/Usaha Pertenakan dan Perikanan dirinci per Desa/Kelurahan dan keadaan sampai bulan Nopember 1990; Kecamatan Nusa Penida

Desa/Kelurahan Sapi perah Sapi Kerbau Kuda Kambing Domba Babi Ayam Ras/Buras Budidaya Udang Budidaya bandeng Budidaya air tawar
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1. Sakti - 1,416 - - - 447 248 - - -
2. Batumadeg - 482 - - 8 490 425 - - -
3. Klumpu - 614 - - 5 769 - - - -
4. Batukandik - 875 - - - 94 821 - - -
5. Sekartaji - 345 - - 3 303 404 - - -
6. Tanglad - 489 - - 2 234 - - - -
7. Suana - 1,050 - - - 1,135 1,364 - - -
8. Batununggul - 317 - - 16 477 250 - - -
9. Kutampi - 487 - - 7 542 597 - - -
10. Ped - 705 - - 10 200 - - - -
11. Kampung Toyepakeh - - - - - - 20 - - -
12. Lembongan - 65 - - - 87 325 - - -
13. Jungutbatu - 74 - - - 125 280 - - -
Jumlah - 6,919 - - 51 4,903 4,734 - - -

Tabel 19 (p.25): Banyaknya tempat fasilitas peribadatan dirinci menurut jenisnya keadaan sampai bulan Nopember 1990; Kecamatan Nusa Penida

Desa/Kelurahan Mesjid Subau/Langgar Gereja Pura Vihara
1 2 3 4 5 6
1. Sakti - - - 24 -
2. Batumadeg - - - 7 -
3. Klumpu - - - 9 -
4. Batukandik - - - 16 -
5. Sekartaji - - - 6 -
6. Tanglad - - - 6 -
7. Suana - - - 17 -
8. Batununggul - - - 8 -
9. Kutampi - - - 6 -
10. Ped - - - 14 -
11. Kampung Toyepakeh 1 - - - -
12. Lembongan - - - 7 -
13. Jungutbatu - - - 8 -
Jumlah 1 - - 128 -

Tabel 23A (p.30): Banyaknya Desa/Kelurahan dirinci menurut sumber air untuk minum/masak menurut jenisnya keadaan sampai bulan Nopember 1990. Kecamatan Nusa Penida

Desa/Lelurahan PAM Pompa listrik Pompa Sumur/perigi Mata air Sungai/Danau Air hujan Lainnya
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1. Sakti - - - - - - 1 -
2. Batumadeg - - - - - - 1 -
3. Klumpu - - - - - - 1 -
4. Batukandik - - - - - - 1 -
5. Sekartaji - - - - - - 1 -
6. Tanglad - - - - - - 1 -
7. Suana - - - - - - 1 -
8. Batununggul - - - 1 - - - -
9. Kutampi - - - - - - 1 -
10. Ped - - - - - - 1 -
11. Kampung Toyepakeh - - - 1 - - - -
12. Lembongan - - - 1 - - - -
13. Jungutbatu - - - 1 - - - -
Jumlah - - - 4 - - 9 -

Tabel 23B (p.31): Banyaknya Desa/Kelurahan dirinci menurut sumber air untuk mandi/mencuci menurut jenisnya keadaan sampai bulan Nopember 1990. Kecamatan Nusa Penida

Desa/Lelurahan PAM Pompa listrik Pompa Sumur/perigi Mata air Sungai/Danau Air hujan Lainnya
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1. Sakti - - - - - - 1 -
2. Batumadeg - - - - - - 1 -
3. Klumpu - - - - - - 1 -
4. Batukandik - - - - - - 1 -
5. Sekartaji - - - - - - 1 -
6. Tanglad - - - - - - 1 -
7. Suana - - - - - - 1 -
8. Batununggul - - - 1 - - - -
9. Kutampi - - - - - - 1 -
10. Ped - - - - - - 1 -
11. Kampung Toyepakeh - - - 1 - - - -
12. Lembongan - - - 1 - - - -
13. Jungutbatu - - - 1 - - - -
Jumlah - - - 4 - - 9 -

Source

  • Statistik potensi desa Kecamatan Nusa Penida 1990 / Kantor Statistik Kabupaten Klungkung, 1992; Org.Nusa Penida (Kecamatan); Klungkung (Kabupaten). Kantor Statistik, Publisher: Klungkung, Kantor tsb.; Pages: ix, 40 bl; Formaat: 30 cm, ISBN: 979-473144-7/51050.8215; Perpustakaan Nasional RI Jakarta (viewed: 2007)

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. research: Godi Dijkman www.godidijkman.nl social facebook box white 24